Demam alias Fever

Oleh prasojo |

img_3482.jpg

Sejak hari Sabtu kemarin anak sulungku menderita demam tinggi. Tak urung hal ini membuat panik sang Bunda, karena demamnya gak turun juga meskipun sudah dia sudah minum Paracetamol. Aku menduga demam ini terjadi karena ada infeksi di dalam tubuhnya. Entah berasal dari mana sumber infeksinya, tapi yang jelas saat ini tubuhnya sedang dalam kondisi tidak fit sehingga virus atau bakteri gampang menyerang.

Sebenarnya demam itu sendiri tidak berbahaya bagi tubuh, karena dia merupakan respon fisiologis terhadap gangguan keseimbangan fungsi tubuh. Bagi penderitanya jelas demam ini menimbulkan ketidak nyamanan. Tubuh terasa ngilu, kepala terkadang turut pening bahkan tubuh sampai menggigil seolah-olah kedinginan. Bagi anak-anak usia sekolah, demam dibawah 40 oC tidak terlalu berbahaya. Namun bagi bayi atau balita, perlu segera diberi penanganan serius sebelum terlambat.

Oh iya… yang penting diingat adalah mengukur temperatur tubuh dengan menggunakan termometer. Jangan dengan perasaan :)

Yang bisa dilakukan penderita dalam kondisi ini adalah mengurangi ketidak nyamanan tubuh dan harus sering minum agar terhindar dari dehidrasi. Menggunakan pakaian yang tipis dan sejuk akan sangat membantu menurunkan rasa gerah pada anak, namun kalau demamnya masih tinggi bisa dibantu dengan kompres air hangat. Penggunaan air es atau alkohol untuk mengompress justru tidak dianjurkan, meskipun kelihatannya masuk akal. Air es akan menyebabkan penderita semakin menggigil kedinginan, dan ini justru merangsang tubuh untuk memunculkan panas lebih tinggi. Sedangkan alkohol bisa menimbulkan efek keracunan, terutama bagi balita.

Pemberian Paracetamol adalah cara yang paling dianjurkan untuk mengurangi demam. Bagi anak-anak tentu lebih mudah jika diberikan dalam bentuk cair. Setahu saya ada juga paracetamol berbentuk “supositoria” yang lebih mudah lagi digunakan untuk anak-anak, karena tidak berasa pahit dan efektif kerjanya. Namun sayangnya paracetamol bentuk ini masih sulit ditemui di kota Malang.

Dengan tetap menjaga asupan nutrisi, cairan dan dibantu minum paracetamol, InsyaAllah tubuh anak akan kembali memulihkan pertahanannya dan keesokan harinya temperatur tubuhnya bisa kembali normal. Seandainya terjadi demam berkepanjangan (lebih dari 2×24 jam) berarti sedang ada probleh serius dalam tubuh anak dan ini perlu penanganan medis yang lebih tepat. Sebaiknya anak segera dibawa ke dokter jika demamnya tidak juga reda.

Gambar thermometer diambil dari : http://health.howstuffworks.com/home-remedies-for-fevers.htm

Posted On,

Kirim Ke Kilasan | Kirim ke StumbleUpon


Comments

7 Comments

Comment by pratiwiprasojo
2007-04-10 06:07:50

Alhamdulillah meski batuknya masih terpingkal-pingkal, tapi demamnya sudah turun. Namun bunda masih kasihan jika melihat jasmineprasojo ndak berhenti batuk. Tapi karena sudah ada terapi dari dokter Sidharta maka, dr. Acs (budenya) menyarankan untuk melanjutkan obatnya. Mudah-mudahan kita semua diberi kesabaran. Amin

Comment by Admin
2007-04-10 08:28:51

Iya tuh… kasihan dia. Kalo sering sakit khan gak enak.

 
 
Comment by Jennie S. Bev
2007-04-10 18:19:27

Semoga cepat sembuh ya.

Jennie

Comment by prasojo
2007-04-10 18:55:34

Terima kasih Mbak Jennie atas doanya.

 
 
Comment by nila
2007-04-17 03:45:29

semoga kaka jasmine udah bisa lari2 lagi ya sekarang….
cuaca nya ga enak bgt emang dimana2….

salam kenal dr ghani n aurel ya kaka jasmine….

 

Sorry, the comment form is closed at this time.

« Posting Pertama | Main | Nulis Blog Pake Bahasa »