Apr
27
Ternyata UTW Bukanlah Pejuang Tag Andalan
Oleh prasojo |
Ultimate Tag Warrior
Bagi anda yang sudah lama pakai mesin WordPress untuk Blog, tentu pernah dengar nama Ultimate Tag Warrior (selanjutnya disingkat UTW). UTW ini adalah sebuah program tambahan di WordPress yang berfungsi untuk mempermudah pemberian Tag (label) pada setiap tulisan yang dipublikasikan.
Awalnya UTW ini sangat membantu sebuah Blog untuk cepat masuk dalam Index mesin pencari. Bisa dibayangkan, dengan bantuan pelabelan ini satu halaman artikel bisa berlipat ganda jumlahnya sesuai dengan banyaknya label yang diberikan (1 label bisa menghasilkan 1 halaman tambahan). Makanya nama UTW ini terkesan sepadan dengan manfaat yang bisa diberikan.
Masalah Timbul
Namun, mesin pencari (Google) tidak semudah itu dikibuli dengan halaman-halaman duplikat. Jika awalnya semua halaman Blog kita dimasukkan ke dalam index, belakangan Google juga membanding-bandingkan isi semua halaman tadi. Jika menurut cara pikir Google halaman tersebut adalah duplikasi maka halaman tiruan ini akan diberi label Suplemental Result. Jadi semakin banyak label yang sudah dipasang dengan UTW, semakin banyak pula Suplemental Result yang dihadiahkan oleh Google.
Dampak negatif adanya Suplemental Result ini adalah turunnya kualitas Blog kita. Dalam jangka panjang, saat ada orang yang melakukan pencarian suatu kata di Google, Blog kita yang mengandung kata yang dimaksud tadi malah tidak muncul di hasil pencarian karena kualitasnya dianggap rendah. Ini artinya kehilangan calon pengunjung yang bisa berujung pada turunnya penghasilan.
Semua Blogku yang menggunakan mesin WordPress (termasuk prasojo.com) kupasang UTW sejak awal, karena tergiur oleh “janji-janji” bahwa UTW bisa meningkatkan jumlah halaman yang bisa terindex oleh Google. Namun belakangan, saat kulihat index dari Blog-blog tersebut ternyata yang terindex malah lebih banyak halaman-halaman tag dan bukan halaman artikel aslinya. Walhasil, pengunjung Blogku tidak juga bertambah meskipun topik tulisannya sudah lebih bervariasi. Hal ini karena halaman yang dianggap berkualitas oleh Google tidak bertambah dan di lain pihak halaman Suplementalnya makin banyak setiap kali ada tulisan baru yang ditambahkan.
Obatnya Nih
Sebenarnya Mas Cosa sudah memberikan resepnya untuk mengurangi Suplemental Result ini di dua seri artikel. Awalnya karena merasa sayang dengan jumlah halaman yang sudah banyak terindex di Google (walaupun sebenarnya halaman duplikasi), aku memilih alternatif pencegahan kedua yaitu dengan mengoptimalkan meta tag dan menambahkan random Link, dengan harapan masing-masing halaman bisa dianggap unik dan bukan duplikasi. Langkah ini manjur beberapa saat, tapi kemudian Google kembali menganggap halaman-halaman palsu sebagai Suplemental Result. He he Google tidak bisa dibohongi
Akhirnya untuk membersihkan sampah-sampah itu, dengan sangat terpaksa kugunakan senjata pamungkas mengikuti resep Mas Cosa yang pertama. Hari ini sudah kupasang aji-aji pamungkas ini di semua Blog WordPress. Mari kita tunggu hasilnya apakah aji sapu jagat Om Cosa bisa membasmi halaman palsu hasil ulah ngaco Pejuang Tag yang tak bisa Diandalkan lagi (UTW) di semua Blog Wordpressku.
Posted OnBlog, InternetKirim Ke Kilasan | Kirim ke StumbleUpon
Comments
1535 Comments
Sorry, the comment form is closed at this time.
« Ngadutrafik 2007 (Berubah) Jadi Adu Mulut | Main | Google Page Rank Update »



di tempatku sih sebagian besar udah mulai ilang halaman tag2 UTW yg terindex (lama juga yah, dah sebulan lebih padahal), dan terbukti, jumlah visitor relatif tidak berkurang. Artinya, halaman tag UTW yg terindex tsb memang tidak berguna dalam mendatangkan pengunjung.
Yg belum dapat dipastikan, apabila suatu halaman dianggap SR, apa dia berpengaruh thd distribusi PR ke halaman2 yg di-link ato tidak. Kalo iya, harus siap2 ada penurunan PR